Paralympic Games Sebagai Wadah Penyandang Disabilitas Untuk Berkeliling Dunia

Paralympic Games Sebagai Wadah Penyandang Disabilitas Untuk Berkeliling Dunia

Paralympic Games atau Paralympics adalah serangkaian acara multi-olahraga internasional berkala yang melibatkan atlet dengan berbagai kecacatan, termasuk juga didalamnya adalah kekuatan otot yang terganggu (mis. paraplegia dan quadriplegia, distrofi otot, sindrom post-polio, spina bifida), gangguan jangkauan gerak pasif , defisiensi tungkai (mis. amputasi atau dismelia), perbedaan panjang tungkai, perawakan pendek, hipertonia, ataksia, athetosis, gangguan penglihatan, dan gangguan intelektual. Paralympic games hadir untuk memberikan wadah kepada mereka agar mereka dapat membuktikan bahwa mereka juga mampu membanggakan daerah hingga bangsa dan negara atas prestasi atletik yang mereka dapat. Mereka juga dapat memiliki kesempatan untuk berpergian ke seluruh dunia dengan aktif menekuni bidang ini. Semua Paralympic Games diatur oleh International Paralympic Committee (IPC)

.Paralympic Games diselenggarakan oleh agen slot secara paralel dengan Olimpiade dan sedangkan olimpiade khusus dunia yang diakui IOC (International Olympic Committee) meliputi atlet-atlet dengan cacat intelektual dan Deaflympics termasuk atlet-atlet tuna rungu. Mengingat beragamnya kecacatan yang dimiliki oleh atlet Paralimpik, ada beberapa kategori di mana para atlet bersaing. Cacat yang diijinkan dipecah menjadi sepuluh jenis penurunan nilai yang memenuhi syarat. Kategori-kategori tersebut adalah gangguan kekuatan otot, gangguan pergerakan pasif, defisiensi ekstremitas, perbedaan panjang kaki, perawakan pendek, hipertensi, ataksia, atetosis, gangguan penglihatan, dan gangguan intelektual. Kategori-kategori ini selanjutnya dipecah menjadi klasifikasi yang bervariasi ke dalam cabang olahraga.

IPC adalah badan pengatur global Gerakan Paralimpik. IPC terdiri dari 176 Komite Paralimpik Nasional (NPC) dan empat federasi olahraga internasional khusus-disabilitas. Presiden IPC saat ini adalah Andrew Parsons. Markas internasional IPC berada di Bonn, Jerman. IPC bertanggung jawab untuk menyelenggarakan paralimpik musim panas dan musim dingin. IPC ini juga berfungsi sebagai federasi internasional untuk sembilan cabang olahraga (atletik Paralimpik, renang Paralimpik, penembakan Paralimpik, powerlifting Paralimpik, ski para-alpine, biathlon Paralimpik, ski lintas-negara Paralimpik, ski lintas-negara Paralimpik, ski seluncur es, hoki kereta luncur es, dan Klub Dansa Kursi Roda). Dengan banyaknya cabang perlombaan tersebut, mengharuskan IPC untuk mengawasi dan mengoordinasikan kejuaraan dunia dan kompetisi lainnya untuk masing-masing dari sembilan cabang olahraga yang diaturnya. Keanggotaan IPC juga termasuk komite paralimpik nasional dan federasi olahraga internasional.

Federasi internasional adalah federasi olahraga independen yang diakui oleh IPC sebagai satu-satunya perwakilan Paralympic Sport. Tanggung jawab Federasi Internasional meliputi yurisdiksi teknis dan bimbingan atas tempat kompetisi dan pelatihan olahraga masing-masing selama pertandingan paralimpik. IPC juga mengakui mitra media, mengesahkan pejabat, hakim, dan bertanggung jawab untuk menegakkan anggaran rumah tangga dari piagam paralimpik.

IPC ini diharapkan kedepannya menjadi wadah yang tepat bagi penyandang disabilitas fisik agar dapat bergerak bebas dan luas karena didukung oleh organisasi-organisasi besar dunia. Kesempatan yang didapatkan oleh penyandang disabilitas fisik untuk mengikuti turnamen di beberapa daerah dan belahan dunia lain juga dapat menjadikan pengalaman berkesan tersendiri bagi penyandang disabilitas fisik. Kesempatan lain yang dapat diraih adalah dengan memberikan peluang bagi mereka untung membanggakan bangsa dan negara sehingga dapat dijadikan motivasi bagi mereka bahwa mereka berguna sekaligus meningkatkan harga diri mereka. IPC ini juga bisa menjadi solusi untuk menurunkan angka depresi bagi penyandang disabilitas fisik. Dengan begitu, penyandang disabilitas dapat membantah presepsi nakal yang diberikan sebagian orang kepada mereka bahwa mereka tidak bisa apa-apa dan tidak bisa kemana-mana. Mereka bisa membuktikan bahwa mereka juga bisa melakukan hal yang orang tanpa cacat fisik bisa lakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!